Screening for Diabetes Mellitus

Tingkat pencegahan yang dilakukan setelah promosi kesehatan adalah diagnosis dini. Diagnosis dini ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini untuk mengetahui seseorang terkena penyakit DM atau tidak. Upaya skrining merupakan salah satu cara pencegahan dalam diagnosis dini tersebut.

Skrining pada penyakit DM biasanya berupa skrining glukosa darah. Skrining glukosa darah harus sering dilakukan karena sangat berguna untuk orang-orang yang menderita diabetes melitus tetapi tidak bergejala. Selain itu juga perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya skrining glukosa darah karena terbukti tingkat kesadaran untuk memeriksakan glukosa darah secara rutin masih rendah.

Skrining glukosa darah memiliki tujuan untuk melihat kemungkinan adanya penyakit DM tipe 2 yang asimptomatik. Skrining pemeriksaan glukosa darah biasanya:

1.  Menggunakan alat yang disebut dengan OP. Dan pada OP yang belum   pasti DM maka dilakukan test TTGO.

2. Pemeriksaan skrining glukosa darah dilakukan dengan memeriksa glukosa darah puasa.

3. Pemeriksaan skrining glukosa dilakukan pada kelompok yang memiliki faktor risiko lainnya (Berat badan berlebih: BBR > 110% berat badan idaman atau IMT > 23 kg/ m2, hipertensi (≥ 140/ 90 mmHg), turunan pertama dari orang tua dengan DM, riwayat DM gestational, melahirkan bayi dengan BB lahir > 4000 gram, Kolesterol HDL ≤ 35 mg/ dL dan atau trigliserida ≥ 250 mg/ dL).

Author: Marlina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s