Health Seeking Behaviour & Spesialist Minded

  1. Health Seeking Behaviour

Health Seeking Behaviour merupakan pola perilaku masyarakat dalam pencarian pelayanan kesehatan didalam masyarakat itu sendiri. Health Seeking Behaviour ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor budaya, faktor pengalaman, faktor kepuasan terhadap pelayanan kesehatan, dan faktor keterjangkauan financial dan non financial.

Contoh kasus untuk Health Seeking Behaviour:

Seorang mahasiswa Unsoed yang sedang menderita gangguan kesehatan di dalam sistem pencernaanya mengaku bahwa dia lebih memilih memeriksakan kondisi kesehatannya di PMI (Palang Merah Indonesia) dibandingkan pergi ke UHC (Unsoed Health Center). Alasan yang dikemukakan oleh mahasiswa tersebut adalah bahwa dia kurang puas terhadap pelayanan kesehatan di UHC karena sebelumnya dia pernah menemani salah seorang temannya berobat di UHC, namun pelayanan yang diberikan kurang memuaskan dan cenderung tidak baik. Berdasarkan pengalaman yang dia peroleh beberapa waktu yang lalu, maka untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dia lebih memilih mencari unit pelayanan kesehatan yang lain yang menurutnya lebih berkompeten dan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih memuaskan.

Dari contoh kasus diatas menunjukan bahwa sebagian masyarakat masih menerapkan konsep Health Seeking Behaviour dalam memilih pelayanan kesehatan. Hal ini menjadi perkara yang harus diselesaikan. Dari contoh kasus diatas, solusi/alternatif pemecahan masalah yang dapat diatasi adalah dengan melakukan monev (monitoring-evaluasi) didalam struktur pelayanan kesehatan yang bersangkutan. Monev dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang ada didalam pelayanan kesehatan, baik dari tenaga kesehatan atau PPK (Pemberi Pelayanan Kesehatan) maupun dari pasien. Kemudian yang dapat dilakukan dengan adanya monev adalah perbaikan dari segala aspek yang berkaitan dengan monev. Misal dari monev dihasilkan kesimpulan bahwa pasien membutuhkan pelayanan yang baik secara fisik maupun sosial. Maka yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan/PPK adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan agar kepuasan pasien dapat tercapai.

2. Spesialist Minded

Sebagian besar masyarakat umum di Indonesia masih beranggapan bahwa dokter spesialis lebih berkompeten dibanding dengan dokter umum. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya praktek dokter spesialis. Dengan berkembangnya pelayanan kesehatan spesialisasi dan subspesialisasi membuat pemikiran masyarakat saat ini lebih terfokus pada dokter spesialis. Padahal di Indonesia banyak terdapat kedokteran umum yang notabene merupakan pemberi pelayanan primer bagi masyarakat.

Berikut merupakan contoh kasus dari Spesialist Minded:

Pada saat seorang pelajar SMA mendapati kelainan pada telinganya, maka yang dia katakan adalah bahwa dia harus segera memeriksakan kondisi telinganya ke dokter spesialis THT (spesialis Telinga Hidung Tenggorokan). Padahal seharusnya yang dilakukan oleh pelajar tersebut adalah memeriksakan kondisi telinganya terlebih dahulu ke dokter umum, dan setelah dirasa dokter umum tidak mampu, barulah kemudian dia dirujuk ke dokter spesialis.

Berdasarkan pada gambaran kasus diatas maka alternatif pemecahan masalah dari kasus tersebut adalah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa proses pelayanan kesehatan memiliki strata dan masyarakat seharusnya dapat mematuhi alur dari strata pelayanan kesehatan tersebut.  Karena mungkin saja masyarakat umum belum mengetahui bagaimana proses untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan melalui pelayanan kesehatan. Jadi kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan informasi lebih dalam mengenai bagaimana cara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berorientasikan “common minded” bukan “spesialist minded”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s