“Manajemen Program Gerakan Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS”

 

slide-1-728l
Program kesehatan  yang dicanangkan sebagai upaya  penanggulangan penyakit HIV/AIDS akhir-akhir ini semakin marak dipromosikan. Program ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) yang merupakan program dari Dinas Kesehatan Nasional adalah salah satu contoh, dan merupakan bagian dari Gerakan Nasional Penanggulangan HIV/AIDS. Ada pula KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) yang dibentuk untuk menekan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit HIV/AIDS.

Penularan dan penyebaran HIV/AIDS sangat berhu

bungan dengan perilaku beresiko, oleh karena itu penanggulangan harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku tersebut. Bahwa kasus HIV/AIDS diidap sebagian besar oleh kelompok perilaku resiko tinggi yang merupakan kelompok yang dimarginalkan, maka program-program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS memerlukan pertimbangan keagamaan, adat-istiadat dan norma-norma masyarakat yang berlaku disamping pertimbangan kesehatan.

Hal-hal yang disebutkan diatas kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk membentuk kebijakan penanggulangan HIV/AIDS. Berikut adalah beberapa kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia yang disusun sebagai berikut:

1. Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya/norma kemasyarakatan dan kegiatannya diarahkan untuk mempertahankan dan memperkokoh ketahanan dan kesejahteraan keluarga;

2. Upaya penanggulangan HIV/AIDS diselenggarakan oleh masyarakat, pemerintah, dan LSM berdasarkan prinsip kemitraan. Masyarakat dan LSM menjadi pelaku utama sedangkan pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana yang mendukung terselenggaranya upaya penanggulangan HIV/AIDS;

3. Upaya penanggulangan harus didasari pada pengertian bahwa masalah HIV /AIDS sudah menjadi masalah sosial kemasyarakatan serta masalah nasional dan penanggulangannya melalui “Gerakan Nasional Penanggulangan HIV/AIDS”;

4. Upaya penanggulangan HIV/AIDS diutamakan pada kelompok masyarakat berperilaku risiko tinggi tetapi harus pula memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan, termasuk yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kelompok marginal terhadap penularan HIV/AIDS;

5. Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus menghormati harkat dan martabat manusia serta memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.

Adapun tujuan dari program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS ini adalah agar setiap orang mampu melindungi dirinya agar tidak tertular HIV dan tidak menularkan kepada orang lain. Beberapa program yang dibentuk untuk mencapai tujuan tersebut adalah Program peningkatan pelayan konseling dan testing sukarela, Program peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seks Berisiko, Program pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza suntik, Program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, Program penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS), Program penyediaan darah dan produk darah yang aman, Program peningkatan kewaspadaan universal, dan Program komunikasi publik.

Pendidikan manajemen upaya HIV dan AIDS merupakan salah satu bagian dari kurikulum pengajaran di perguruan tinggi, baik sebagai mata ajaran (MA) atau mata kuliah (MK). Namun demikian, pelaksanaan serta standarnya belum cukup banyak diketahui. Karena itu diperlukan satu upaya untuk memetakan materi manajemen penanggulangan HIV dan AIDS dari berbagai universitas dan pusat pelatihan dalam rangka mengembangkan kurikulum yang memenuhi standar mutu pengajaran.

Sesuai Permendagri 2006/2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penangulangan HIV dan AIDS di Daerah, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) mempunyai tugas melakukan pembinaan program penanggulangan AIDS di Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Untuk itu KPAP secara kelembagaan memiliki Tim Asistensi yang dibentuk dan mendapat tugas dari Gubernur selaku Ketua KPAP.

Penguatan Komisi Penanggulangan AIDS di semua tingkat dan kelompok kelompok kerja penanggulangan AIDS (Pokja AIDS) di semua sektor diteruskan agar mampu mengkoordinasikan implementasi dari strategi ini di tingkat nasional, regional maupun institusi.  Dalam rangka meningkatkan kemampuan bagi Pengelola Keuangan/Administrasi dan Pengelola Monev/Program dalam pengelolaan keuangan, monitoring dan pembuatan laporan serta melakukan evaluasi pengelola keuangan dan logistik, KPA Nasional menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Pengelola Keuangan, Monev dan Pelaporan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Tujuan lokakarya ini adalah terjadi peningkatan kemampuan bagi Pengelola Program dan Pengelola Administrasi KPA Propinsi dan Kab/Kota untuk mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan ke KPA Nasional, mampu mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel baik untuk dukungan dana APBD, dukungan KPAN maupun sumber lain dan juga mampu melakukan advokasi dukungan sumber daya lokal (APBD) dalam pembiayaan upaya penanggulangan AIDS.

Di tahun-tahun mendatang tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS semakin besar dan rumit sehingga diperlukan strategi baru untuk menghadapinya. Strategi Nasional 2007-2010 (STRANAS 2007-2010) menjabarkan paradigma baru dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia dari upaya yang terfragmentasi menjadi upaya yang komprehensif dan terintegrasi diselenggarakan dengan harmonis oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder). Namun strategi ini akan terus mengembangkan kemajuan yang telah dicapai oleh strategi-strategi sebelumnya. Akserelasi upaya perawatan, pengobatan dan dukungan pada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA) dijalankan bersamaan dengan akselerasi upaya pencegahan baik dilingkungan sub-populasi berperilaku risiko tinggi maupu dilingkungan sub-populasi berperilaku risiko rendah dan masyarakat umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s